Seperti biasa, natal tahun ini pun seperti biasa saya pulang kampung ke kerinci. Dimana itu Kerinci? Itu kota kecil di kaki pegunungan bukit barisan. Kalau mau ke sini kudu naik pesawat ke padang dulu, lalu sambung naek mobil nyusurin gunung selema +/- 7 jam. Nih foto-fotonya (jangan protes jelek, namanya juga usaha…)
-
-
Sawah di kaki GUNUNG
-
-
Danau Kerinci dengan Latar belakang Gunung
-
-
Ini juga sawah (di kaki gunung)
Liat aja dimana-mana ada gunung. Cocok deh orang sini dibilang orang gunung. Hahahaha.
Seperti biasa, tahun ini ada perayaan Natal di gereja. Perayaan Natal disini selalu ada yang namanya makan2. Perayaan dimulai dengan misa Natal. Dilanjutkan dengan acara entertainment yang tidak lain adalah pertunjukan gado-gado dari umat disini. Acaranya yang notable :
- Paduan suara anak-anak. Ini asli kocak. Anak-anak tk-sd dipakein seragam santa claus, lalu nyanyi sambil pakai goyang kiri-kanan. Suara sumbang dan ga masuk cuek. Yang penting lucu dan imut. hihihi
- Tarian dari mudika sini (rata-rata cewe SMP-SMU). Pakai seragam daerah. Saking bagusnya, banyak yang naek panggung lalu nyelipin amplop ke tangan masing-masing penari (emangnya ngamen?)
- Solo dari satu temen gw namanya Mendy. Tampang sih boleh. Suaranya juga mayan. (Ud punya anak loh…)
- Paduan suara (lagi) dari mudika. Err yang ini rada biasa sih.
- Solo (terus aja…) dari beberapa orang
- Dsb
Diantara acara itu, dibagikan snack (yang dibuat oleh katering dadakan (mama saya dkk) yang turut melibatkan saya jadi petugas tukang bungkus kue). Lalu makan-makan dengan menu : Ayam Goreng, Mie Goreng, B2 (you know la), Kerupuk dan Gado2. Pas makan, orang sini kaya kesurupan. Itu meja prasmanan langsung diserubungin sampe ga bisa nyelip samse. Nasib lah gw cuma kebagian ayam sepotong, kerupuk dan kuah (sedih ga dapet B2).
Pas natal ini juga ada keluarga kakak saya ikut pulang ke kampung bersama dengan ponakan saya yang duh… nakalnya… Terpaksa ikut jadi baby sitter juga.
Sayangnya kali ini cuma sempat jalan-jalan ke Danau Kerinci (tuh fotonya diatas). Tapi danau nya lagi ngga bagus. Lagi pas badai. Ombaknya gede, dan airnya keruh. Ga kuat lama-lama disono.. dingiiinnn…
Alasan ga sempet kemana-mana selain emang ga niat (liburan pengen nya boboooo mulu), juga karena disini situasi lagi panas-panas nya abis pilkada. Hari pertama saya sampai disini, sudah ada demo anarkis sampai ngerusakin 4 mobil, penyanderaan anggota dprd, dan penjarahan rumah adat. Seperti bisa diduga, ini karena kalah pilkada. Tapi ada desas-desus juga ini karena banyak orang yang kecewa gagal jadi PNS lalu mo protes karena bupati sini dicurigai KKN pas test CPNSD.
Hari ini ajah, ada demo besar-besaran ke Polres meminta tersangka Provokator Demo Anarkis sebelumnya dibebaskan. Lucunya, pas diumumin di mesjid ngomong nya begini : “Warga yang ga ikut, nanti kena sanksi adat.” Apa itu sanksi adatnya? Denger-denger sih 100k per kepala yang ga ikut. Ya semoga aja demo yang ini ga anarkis, kasian polres nya, baru aja direnovasi.
Segitu dulu aja dulu cerita dari sini.
Merry Christmas (walaupun telat) and Happy New Year (walaupun terlalu awal 12 jam…)