

Camera Calma
A quiet house
My Head/Earphones
Author: Yulius
Kira-kira 2 minggu lalu, karena kecerobohan diri sendiri, headphone sennheiser px200 gw putus kabelnya karena digigit tikus. Ga tau ntah tikus nya tau ini headphone maal atau cuma karena kebetulan, dari banyak kabel yang ada diatas meja gw, malah kabel headphone ini yang digigit.
Okay, memang cuma kabel saja yang putus, tapi pas gw coba sambungin sendiri, malah ga keluar suaranya. Nyerah deh, telepon service center sennheiser, tapi ga ada replacement cable yang ready stok. Terima nasib deh nunggu CS nya nanyain harga ke singapore. (Dan siap2 terima nasib harus keluar duit banyak, bayangin, kabel doank kudu impor!)
Selama 2 minggu ini, gw mencoba macam-macam earphone/headphone. Mana tahan gw ga denger musik sehari aja. Berikut earphone/headphone yang gw coba:
- Earphone Philips bekas koko gw. Merk nya ud ga jelas saking tuanya.

- Style : Earbud
- Asal : Nyolong dari laci koko gw.
- Kelebihan : Gratisan, Bass nya mayan.
- Kekurangan : Mids dan High nya asli minta ampun, ga ada detil2 nya samse.
- Kesimpulan : Ini earphone kudu cepet-cepet masuk kotak koleksi barang-barang kenangan
- Headphone Philips SBC HP200
- Style : Circumaural, Open
- Asal : Beberapa taon yang lalu beli di malaysia pas lage ada cuci gudang.
- Kelebihan : Murah, Mid + High nya not bad.
- Kekurangan : Bas nya terlalu ngedebum-debum. Dan yang paling parah, gedenya itu loh, selama seminggu gw pake ini headphone, gw ud kaya kura-kura bawa tas yang menggelembung.
- Kesimpulan : Mending ini headphone buat pake di rumah aja deh…
- DBE Accoustic 02B
- Style : Canal
- Asal : Beli di toko online pro-x minggu lalu karena ga tahan bawa-bawa headphone segede gaban.
- Kelebihan : Betul-betul kedap aer suara. Detil mid dan high bagus.
- Kekurangan : Bas nye melempem, ga terasa samse. Lalu yang paling parah, kalau gw bawa jalan, pasti bunyi gruduk-gruduk pas kabel nya gesekan sama baju.
- Kesimpulan : Pake ini earphone kalau lage bisa duduk manis.
Lanjut soal headphone yang digigitin tikus itu. Kemaren lusa, setelah dapet info dr forum chip, akhirnya gw pm salah satu dedengkot disana, bro doubleO ceritain tentang kemalangan gw. Dia bilang coba bawa ke tempatnya aja di glodok. Kebetulan hari ini gw kudu ke mangdu cari pesanan orang, ya sekalian singgah lah ke glodok. Setelah mondar-mandir ga jelas di glodok cari yang namanya harco, dan setelah itu dilanjutin lage keliling-keliling cari blok B, akhirnya sampe di toko (mungkin lebih tepat disebut bengkel??) bro doubleO. Setelah dicek, ternyata ga usah ganti kabel, cukup disambung aja yang putusnya. Ternyata sebab gw gagal sambungin sendiri itu karena ada putus di tempat yang lain lagi (tidak kelihatan oleh mata telanjang). Akhirnya kabel gw dipotong deh kira-kira 20cm, baru disambung. Hasilnya bisa lihat sendiri :
- Sennheiser PX200
- Style : Circumaural, Closed
- Asal : Taon lalu beli di mangdu pas dapet rejeki.
- Kelebihan : Bas lumayan, mid+high bagus. Lalu karena jenisnya closed, isolasi untuk suara luar bagus banget. Bisa dilipat lage.
- Kekurangan : Agak sedikit pecah di mid-high kalau volume terlalu keras, busa earpad cepat rusak.
- Kesimpulan : Gw ga bisa pisah deh dari headphone ini. Cocok buat dipake di rumah, di kantor, di jalan dan waktu olahraga.
read comments (0)Andai gw masih pakai 512 MB memori
Author: yulius
Memori 2 GB aja, butuh waktu compile +/- 10 detik.
Kalau 512MB = 40 detik?
Mending gw berenti jadi programmer vb.net
Hikikomori?
Author: yulius
Aneh kalau dibilang hidup gw saat ini aneh. Rasanya dulu-dulu ngga ada yang aneh. Tapi sejak beberapa hari ini, gw berhasil menempatkan diri gw sebagai orang lain untuk mereview hidup gw di jakarta. Dan, dari hasil review disimpulkan bahwa hidup gw saat ini aneh. Bukan hidup saat ini, tapi hidup gw setaon - dua taon yang lalu sangat aneh.
Beberapa keanehan yang mulai berhasil gw perhatikan:
- Bisa diam di depan komputer dr pagi - pagi lage (roughly 24hrs..). Makan, minum, dsb semuanya di depan komputer. Dulu rasanya biasa aja. Selama ada internet asik-asik aja. But, isn’t it a strange thing?
- Bisa ngga keluar ga ketemu orang selama seminggu. Well, chatting sih terus tiap ari, tapi gw mulai merasa aneh aja. Bukankah manusia makhluk sosial? Perlu bersosialisasi donk? Masa chatting doank? Sedih amit…
- Suka banget nonton anime, baca komik (P.S : Semuanya hasil download). Kalau lage parah, bisa nonton 24 eps anime (1 eps kira-kira 20 menit) dalam sehari.
- Tidur pagi, bangun sore. Walaupun sekarang ud berkurang sejak masuk kantor, tapi biasa sabtu minggu yang namanya hidup kaya kalong ini sering banget gw lakukan. Malah kadang lebih parah, bisa sampe waktu makan jadi : Tengah Malam, Setengah Siang, Sore Menjelang Malam.
Hasil analisa sementara (belum cukup data yang diperlukan untuk analisa), menunjukkan bahwa gw bisa dikatakan sebagai seorang Hikikomori. Walaupun ini cuma hasil analisa yang belum pasti, tapi peluang-peluang hasil akhir ke arah sana cukup besar untuk membuat gw mulai mikir-mikir tentang gaya hidup saat ini. Btw, bagi yang ga tau apa itu Hikikomori, silahkan klik link wiki ini. Buat yang males ngebaca wiki, intinya Hikikomori itu orang yang anti-social, tinggal di rumah terus, bahkan
Okay, beberapa bilang terlalu berlebihan kalau gw disebut Dame-ningen, tapi, pasti semuanya setuju bahwa hal-hal aneh yang gw list diatas bener-bener pantas disebut : aneh. Yang lebih aneh lage, gw merasa menulis blog sekarang ini adalah salah satu jalan menuju ke-hikikomori-an yang pasti. Dimana hubungannya? Ngga tau, gw cuma merasa begitu….
Blogring bugfix
Author: yulius
Sorry for the bug. Seems that i mistakenly wrote “Oct” as “Okt”, that made the date parsing return the wrong value for entries that posted on October.
It’s fixed now. Thanks for telling me. Really, i never noticed (actually, i’was not even opening my blog and blogring for 3 weeks) ![]()
Capenya freelance
Author: yulius
Katanya freelance itu enak. Kerjanya sante, duitnya banyak. Salah semua itu. Gw ud ngalamin selama sebulan ini, cape nya jadi freelance.
Selama sebulan kemaren ini. Gw bener2 ga pernah bisa lepas dari yang namanya coding. Dari senin sampai senin lage. Ga ada tuh yang namanya hari tanpa buka zend atau dreamweaver. Dan dari seminggu, setengah nya gw isi dengan bergadang. Lama-lama bisa kena penyakit hepatitis juga gw.
Coding sebenarnya emang cape, tapi yang lebih cape lage adalah coding sesuatu yang bukan kerjaan nya kita. Betulin kerjaan orang, cari tau gaya coding orang, biar gimanapun, ini hal yang paling gw benci. Kenapa gw benci? Karena begitu dapet coding orang = style nya pasti berbeda dengan style sendiri. Itu ga masalah, bisa disesuaikan. Masalah yang mendasar adalah ngga ada dokumentasi sama sekali. Akhirnya mau ga mau bikin kira-kira gimana process coding itu. Caranya? Trial an Error. Yup, ga ada cara lain. Dan masih mending kalau coding nya modular. Tapi dari tiga project yang gw terima, dua project diantaranya nambalin punya orang, dua-duanya = ga ada modular-modularnya. Dan satu lagi lebih parah, pakai asp (proyek kolaborasi dengan anung). Tau aja yang namanya asp. Ga bisa OOP, banyak masalah securitynya, ga ada script2 free di internet. Pusinglah awak. Untung setelah dua minggu ud mulai biasa.
Satu lagi yang bikin capek adalah project yang client nya cerewet abis. Dan satu lage, si client punya orang IT, yang walaupun ga bisa apa-apa. Minta nya seenak jidat. Ud dijelasin sebisanya, tetep aja ngeyel. Si client cerewet minta keinginan si orang IT nya ini diturutin. Ya suda lah, akhirnya itu web bener-bener jadi sesuai keinginan dia dengan segala macam kekurangan nya. EGP deh, mau apa lagi, client adalah raja.
Yang paling bikin bete jadi freelance adalah rasanya maintenance tidak ada batasnya. Karena freelance, kontrak pun biasanya sedikit renggang, dan karena belum ada aturan-aturan jelas, akhirnya yang namanya maintenance itu adalah masa-masa penyiksaan abis-abisan. Client minta ganti ini itu. Ngotot-ngototan, tapi akhirnya kalah setelah mikir duitnya belon dibayar sebagian. Arrrghhh… Ubah lagi deh.
Lalu, support tiada henti. Website error, diteleponin, cuma buat bales : Iya pak, itu kayanya webhosting nya down (sebelumnya kudu buru-buru dan ngos2an dulu cari warnet).
Dan ada pengalaman parah banget. Tiba-tiba data program 1 client hilang, dan kembali ke bulan maret. Bayangin? Panik banget lah. Si client marah-marah dan langsung salahin program. Jadilah begadang cari penyebab dan audit program ulang dr awal. Ujung-ujungnya setelah dianalisa, ga mungkin program yang menyebabkan data hilang sebanyak itu. Kecurigaan utama langsung jatuh bahwa ada karyawan client yang coba-coba backup data, tapi malah kerestore. Setelah di cek lage, ternyata bukti-bukti di komputer server pun menunjukkan hal itu. Tapi, si client percaya sama karyawannya. Terpaksalah gigit jari.
Sumpe, gw sumpek jadi programmer freelance yang kacangan. Kayanya sudah waktunya untuk naik ke level yang lebih tinggi, dimana client-client nya ud lumayan gede. Sehingga margin keuntungan dan kecapean nya pun lebih seimbang.
Free Database
Author: yulius
Tahukah anda bahwa berbeda dengan kepercayaan orang-orang, Mysql itu tidak benar-benar free?
Perhatikan quote dari website mysql ini :
“Our software is 100% GPL (General Public License); if yours is 100% GPL compliant, then you have no obligation to pay us for the licenses.”
Artinya? Kalau mau pake mysql, lu kudu jadiin program-program lu open source juga. Alamak…. Sebelum gw nyadar soal ini, gw ud bikin 2 program commercial yang pake mysql. Mari kita berdoa bahwa sang client ga melek soal mysql ini. Hihihihi.
Berangkat dari sana, artinya sudah waktunya cari database laen yang bener-bener memakai definisi FREE. Hasil research semalam suntuk, menghasilkan beberapa result:
- MS Access (black list, karena batasan nya banyak)
- SQL 2005 express. Sayangnya abis baca EULA nya, banyak sekali daerah-daerah abu-abu. Ga berani pakai deh. (walaupun di state : “You may install and use any number of copies of the software on your devices”, EULA nya sepertinya dibuat berdasarkan hukum US. Nah kalo di Indo? Gimana tah? Mang polisinya paham bahasa inggris di EULA itu? Mereka taunya, “Oh program micocok, ga ada stiker lisensi dan buku lisensinya. SITA!”)
- PostgreSQL. Ini db ud lama ada buat linux, tapi baru-baru ini dibuat versi windowsnya. Walaupun lelet, tapi ada cara buat ngetweak supaya jadi cepet, dan asiknya lage, mendukung standar SQL. License? FREE!
- FireBird. Database yang dipake sama zahir dan accurate ini kayanya pilihan yang baik, mendukung standar SQL, FREE, mudah didistribusikan. Tapi sayangnya tool pengembangannya dikit sekali. Jangan harap enterprise manager seperti SQL Server, tool-tool yang tersedia biasa nya cuma buat bikin tabel. Kecuali pake tool yang berbayar, baru agak bagusan.
Akhirnya pilihan jatuh pada postgreSQL, walaupun FireBird masih dalam perhitungan. Alasan pilih Postgre drpd firebird? Support di websitenya lebih bagus. Coba aja bandingin website firebird dan postgresql. Keliatan yang mana yang lebih ga diurus kan? Postgre sql documentation nya udah bagus. Sedangkan firebird, mau cari documentation nya setengah mati.
Plasa telkom
Author: yulius
Hahahaha, saking lamanya ga nge blog, jadi pusing apa yang mo ditulis. Ya suda, karena dulu ud pernah tulis tentang speedy, ini tulis lanjutannya aja. Tapi lebih variatif dikit.
Siang ini gw ke plasa telkom rencana nya mau bayar tagihan speedy. Maklum, di jaman serba berteknologi ini, telkom masih belon bisa kasih metode pembayaran yang terpusat untuk speedy seperti yang sudah dilakukan untuk telepon fixed. Jadi terpaksa deh harus tiap bulan repot-repot dateng ke plasa telkom buat bayar tagihan.
Dateng-dateng, lage sepi nih loket pembayaran. Langsung kasih nomor speedy. Eh, kok tagihan gw 709k untuk bulan mei. Kayanya gw cuma pake 55 jam. Harusnya ga bakal lebih dari 250k donk. Ampun deh, langsung pindah ke loket customer service untuk klaim.
Sambil nunggu antrian, saking bosen nya, gw nguping apa yang di komplain kan sama orang-orang sebelum gw. Ada 1 bapak, protes, kenapa tagihannya membengkak. Pas dicek, ternyata ada nomor-nomor telepon tak dikenal disana. Sekali nelepon ke no itu, bisa 20-35 ribu. Dan hampir tiap hari. Yah tau aja lah akhirnya gimana. Tagihan bengkak. Si CS, pak Sugeng (dapet namanya dr hasil nguping) akhirnya bantuin untuk neleponin itu nomor telepon. Ternyata yang ditelepon kaga dikenal. Hasil telepon pertama, timbul kecurigaan, si pembantu itu bapak kemungkinan yang pake. Telepon lage nomor kedua. Dapet konfirmasi lage, pembantu si bapak dan pembantu si no telepon ke dua ini ada hubungan gitu. Jadi, ada 3 pembantu, ini 3 pembantu saling telepon-teleponan pas majikannya ga ada pake line telepon majikannya. Hihihihi. Ternyata repot juga yah kalo punya pembantu iseng. Untung pembantu gw itu super jujur, ud ikut gw dari gw smp, jadi sampe sekarang ga pernah ada masalah.
Jadi penyelesaian nya gimana? Si pak Sugeng ya jelas ga bisa apa-apa, karena kesalahan bukan di pihak Telkom, terpaksa si bapak gigit jari sambil menahan kemarahan sama pembantunya. Gw yakin, sampe di rumah, itu pembantu bakal di interogasi abis-abisan. Hahahaha.
Ada lagi kasus lain, ada 1 bapak, tiba-tiba line telepon punya nya dia dipasang speedy. Gw ngga ngerti d, kok bisa ada yang masang speedy tapi si bapak ga tau. Kan dia yang punya rumah gitu. Sampe di plasa telkom mencak-mencak karena dapet tunggakan tagihan speedy. Gw kurang denger gimana bisa begitu, karena gw ud dipanggil waktu si bapak masih ngomong, jadi ga konsen ngupingnya. Akhirnya si bapak melakukan isolir nomor telepon nya demi supaya orang yang make speedy itu putus speedy nya. Hahahaha. Hasil deduksi gw, mungkin ada anak/sodaranya, dikasih tinggal di suatu rumah kontrakan, lalu palsuin surat kuasa dari dia untuk pasang speedy. Dan tagihan nya kena di dia. Hahahahaha. Yah, si bapak terpaksa harus bayar 11 ribu untuk isolir line telepon nya.
Eh, kok jadi cerita orang laen. Nah kalo tagihan gw, si pak sugeng nya akhirnya konfirmasi ke sana-kemari, kebetulan gw juga bawa kontrak awal yang jelas-jelas tertulis time based. Ujung-ujungnya, tagihan gw diitung manual. Pake excel. Hahahahaha. Diitung ternyata gw cuma pake 54 jam sekian menit. Dibuletin jadi 54 jam. Dan akhirnya ditambah pajak dkk, cuma harus bayar Rp. 228.600,- . Mayan-mayan, segitu gw download 6 Gigs loh. Hehehehe.
Tapi bulan depan, jadi 750k, karena gw ud ganti jadi unlimited. T.T
No problem deh. Sampai hari ini gw ud download 28 GB untuk bulan ini. Kebanyakan diantaranya Dorama Jepang dan Anime. Huahahahaha. Target, 1 bulan download minimal 50 GB.
He always there
Author: yulius
Seminggu sudah gw ikutan proses rekruitment astra. Psikotes 1 lolos. Psikotes 2 lolos. Wawancara HRD, langsung disuru ke astraworld untuk interview teknis. Interviewer cukup puas. Disuru tunggu panggilan selanjutnya.
Selama masa tunggu ini. Masa-masa merenung buat gw. Apakah gw harus mengorbankan beberapa tahun waktu gw demi mendapat batu loncatan yang adalah astra? Gw ngga bakal suka kerja disana karena cuma bakal disuruh maintain aplikasi vb. Gw bisa stress kerja disana karena bolak balik bisa makan waktu 3 jam. Dan gw juga harus menunda mimpi-mimpi gw, karena kalau sudah full time, sudah pasti ngga ada waktu.
Kemaren lusa datang telepon. Gw dipanggil lagi interview. Perasaan masih campur aduk.
Tadi, diinterview sama big boss nya astraworld. Dan ada pertanyaan : “menurut kamu pekerjaan kamu disini nanti menarik ngga?” lalu gw jawab jujur : “saya kurang tertarik dengan maintain nya itu pak. Saya lebih suka dimana kreatifitas saya bisa lebih digunakan”. Sampai sini, gw tahu bahwa gw sudah menorehkan nilai minus pada penilaian dia. Dan selama jalan pulang gw menyesali pernyataan itu.
Dalam perjalanan pulang dari sunter yang berlangsung 2 jam karena macet + hujan itu, gw terus berpikir dan menimbang2. Apakah gw akan melakukan kerja kantoran, atau gw berusaha mewujudkan mimpi-mimpi gw. Dengan penuh perasaan gamang dan takut, gw memilih yang kedua.
Sesampai di rumah, badai masih berkecamuk dalam hati gw. Tanpa sadar gw angkat gagang telepon dan menekan nomor telepon rumah di kerinci. Papa yang angkat. Gw cerita semua, bagaimana kisah rekruitment astra gw, cerita tentang mimpi-mimpi gw, tentang keputusan gw, dan tentang keraguan gw akan masa depan.
Papa cuma bilang. “Ya boleh-boleh saja”,”Kalau ngga suka, ya ga pa pa ga diambil”,”coba saja jalani rencana itu”. Cukup dari suara papa saja, sudah terasa support nya. Dan ketika papa tertawa ketika gw cerita bahwa gw jujur bilang pekerjaan di astra itu tidak menarik, segala keresahan gw hilang.
Saat gw menutup telepon, gw tersadar, gw ngga sendiri. Hampir 7 tahun gw ngga sadar bahwa dia ada disana, siap mendengarkan gw dan siap memberi gw saran-saran yang gw butuhkan. Dia selalu ada di sana. Cuma gw saja yang ga pernah meminta bantuan dari dia.
——————————————————-
Thanks God. My dad is one of your greatest blessings to me….
Speedy?
Author: yulius
Setelah digoda oleh setan-setan pemakai speedy, akhirnya minggu lalu gw dateng ke plasa telkom untuk pasang speedy. Buat daftar aja gw kudu datang 3 kali. Yang pertama gagal daftar karena acc telp pake nama nyokap yang notabene ga tercantum namanya di kartu keluarga, ga bisa daftar tanpa bawa surat kuasa deh. Yang kedua datang jam 4 lewat 5. Plasa telkomnya ud tutup. Gw pake acara dodol segala, parkir mobil segala di depan pintunya, padahal ud jelas2 itu pintu ud digembok, buang2 duit parkir dah. Yang ketiga akhirnya baru bisa daftar, itupun nunggu antre 1/2 jam.
Daftar nya ga susah sih, tapi entah kenapa waktu gw bilang mo Time-Based si mbak nya sepertinya mendesak untuk ambil paket quota ato unlimited aja. Kepikiran sih ambil unlimited aja. Tapi gw kan pasang ud pertengahan bulan, rugi donk, karena bayarnya harus tetep full 750k. So, tetep stick to the plan. Proses daftarnya pake acara lama segala. Ga tau ntah si mbak nya baru ditraining ato apa, pokoknya gw ada nunggu 15 menit kali liatin dia masuk2 in data ke komputer. Beres, bayar, ttd, dikasih no telp teknisi speedy 3 orang.
Esoknya (jum’at), pas gw jalan ke mangdu buat beli modem, eh dijalan ada telepon, bilang teknisi mo datang besok (sabtu). Seneng de, tumben cepet, denger2 ada yang dapet nomor aja bisa 1 bulan.
Sabtu.. Standby gw dirumah dari pagi sampe sore. Eh kaga dateng! Kaga ada pemberitahuan lage. Sebel dah. Nelepon ke kantor, tapi inget ini sabtu. Tutup. Ya suda la, anggap aja ga bernasib bae’. Tunggu hari senen aja deh.
Minggu…
Senen. Pagi-pagi nelepon ke kantor speedy. Eh disuru telepon teknisinya langsung aja. Ya ela, itu kantor ato bukan seh, masa ga bisa tolong urusin, tapi malah suru pelanggan yang urus ke teknisi. Ya sudah, telepon itu 3 nomor yang dikasih. Kaga ada satupun yang angkat. T.T. nelepon ulang 15 menit kemudian. Ah untung ada ngangkat satu. Si pak Bachtiar. Langsung d gw tanya, kok sabtu ga ada teknisi dateng. katanya sih ada masalah di sentral jadi registrasi gw di pending? Hah? Lalu kenapa kaga ada yang kasih tau gw?
Ya suda lah… sabar… sabar… Dijanjiin lage dateng jam 1. Okay. cukup fair. Tunggu-tunggu, ud jam 2 kok belon nongol. Telepon lage si pak Bachtiar. Eh… masih ada masalah sama registrasinya. Ya suda, anggap aja bener. Gw bilang gw tunggu besok, kalo gw ga ada dirumah, paling suru pembantu tungguin.
Selasa pagi-pagi (masih bobo gw) hp bunyi. Katanya teknisi speedy mo datang jam 1. Good, asal jangan omong kosong lage. Gw tunggu lage sampe jam 2. Ya ampun, beneren kaga datang lage. Langsung telepon pak Bachtiar lage. Dan tau ga sodara-sodara, gw dikasih no telp teknisi laen yang katanya kebetulan sedang ada di kompleks gw. Waduh, sebenarnya gw harus urusan sama siapa sih sebenarnya? Okay, gw mau semuanya cepet beres, jadi gw telepon itu teknisi 1 lage (namanya pak Partanto).
Nah ini teknisi satu, untung gampang dihubungi, ga sama kaya teknisi laennya yang masuk telepon nya aja setengah mati. Dia bilang dia lage di permata buana, bisa nya ke tempat gw jam 4. Okay lah.
Jam 4.30 dia belon datang. Gw telp, ga diangkat. Eh beberapa menit kemudian dia nelp, bilang jam 5 datang. Okay gw suka cara ini orang, setidaknya dia ada usaha jemput bola.
Jam 5 dia datang. Beres-beres kabel telp rumah. Eh, setelah modem + splitter dipasang. Ga nyala2 juga tu lampu ADSL. Pak partanto nya telp sentral, ya amplop, katanya ada jumper belon dipasang. Lah, kalo gitu yang nelepon gw pas jumat dan selasa pagi ga ada koordinasi apa sama orang di tempat jumper itu? Okay, setidaknya itu jumper langsung dipasang. Tunggu barang 15 menitan, barulah idup itu lampu ADSL. Testing-testing. Lancar. Pindain modem ke laptop. Setting-setting. Lancar. Akhirnya, nyala juga ini speedy.
Tanya-tanya dikit sama si pak Partanto, dia bilang kabel telp rumah gw kurang gitu bagus, besok pagi bakal disuru orang lapangan untuk ganti line (moga-moga bener dateng). Baru dapet kejelasan juga, ternyata nomor speedy gw diganti karena nomor pas waktu gw daftar error, makanya proses pasang nya jadi aneh begini. Okay, yang penting sekarang ud beres. kasih tip ke pak Partanto lalu dia pulang.
Coba-coba download, yah kenceng lah. Coba torrent, kenceng, tapi ga stabil. Mungkin masalah line telp gw kali. Yah cuek dulu d, setidaknya masih dapet 20 KB/s.
Sekarang sih belon berani download dulu sampai gw bisa login ke web speedy buat cek quota. Karena ganti nomor, gw takut proses administrasinya kacau. Ga lucu kalo ntar gw kaya anung overquota sampe berjuta-juta. Ga pa pa sih, bisa diurus. Tapi kan repot lage ngurusnya kalo bener terjadi.
Tapi, ada yang bikin gw sebel juga sih. Barusan, lagi asik-asik coba, eh line nya putus 15 menitan. Cuma 15 menit sih, tapi ini kan hari pertama, masa ud pake acara putus sih?
Musik.
Author: yulius
Satu hal yang kurasa adalah penemuan terbesar manusia adalah musik. Musik adalah bahasa universal. Itu adalah suatu yang ku percayai sampai sekarang. Mungkin musik adalah bahasa yang hilang pada saat menara babel dihancurkan. Mungkin musik adalah suatu bahasa magic yang bisa mencairkan salju di seluruh dunia (jangan donk, tar jadi naik permukaan aer laut…).
Dan aku mencintai musik itu, seperti mencintai jiwaku sendiri. Aku menikmati musik, seiring iringan perlahannya yang menuntun kehidupanku bergulir ke arah yang aku tidak pernah tahu. Ya… musik adalah bagian diriku.
Musik adalah lantunan lembut melodi yang menemani di saat malam-malam sepi tak berangin. Musik adalah lambaian pohon-pohon saat kehidupan ditiup oleh hembusan tak berbentuk yang kita sebut takdir. Musik ada dalam setiap detik hidup itu sendiri.
Jangan… jangan ambil musik daripadaku, karena saat aku tidak punya apa apa pun, itulah yang terakhir yang bisa tetap kumiliki. Karena musik selalu rela menemani siapapun, dalam bentuk apapun. Karena musik adalah perwujudan impian orang-orang yang sering kita sebut harapan.
Beri aku musik, terus dan terus… Biarkan dia memperkaya diriku. Biarkan dia membawa aku mengarungi malam-malam kelam tanpa suara. Biarkan dia sebagai suara yang memanggil-manggilku bangun saat aku bermimpi buruk. Terus dan terus… tiada berhenti.
Jangan ikat jari-jariku. Izinkan dia menari dan ikut menjadi musik. Aku ingin berlari menghampiri sebuah piano, menarikan jari-jari yang kaku, sehingga akhirnya aku ingat lagi. Siapa aku, dan apa arti musik bagiku dan apa artiku bagi musik.
Biarkan aku menjadi satu dengan musik…
Right now…
Later….
Forever.





